Bidang usaha pembangkitan dan penyaluran tenaga listrik pertama kali terpasang dengan daya 150 MW di PLTA Ir. H. Djuanda pada tahun 1994. Kemudian di tahun 1998, daya ditingkatkan menjadi 187,5 MW. Produksi listrik yang dihasilkan rata-rata dalam setahun mencapai 830 juta kWh yang sebagian digunakan untuk keperluan sendiri serta penugasan dari Pemerintah. Sementara selebihnya dipasok ke PT PLN (Persero) melalui jaringan tegangan 150 kV dan 70 kV. Selain itu pada sistem pengairan juga terdapat bangunan-bangunan terjunan dengan potensi minihidro dari 50 kVA hingga 5000 kVA.


Sasaran perusahaan dalam pengembangan bisnis Bidang Usaha Energi diantaranya:

  1. Terlaksananya kajian pemisahan unit bisnis atau pembentukan anak usaha sebagai pengusahaan bidang energi pada tahun 2020.
  2. Pencapaian penjualan dan produksi energi sebagai berikut:

    Produksi (juta kWh)

    2020

    2021           2022           2023           2024

    WS Citarum

    926,43

    860,53

    1.327,96

    1.100,19

    1.336,06

    WS Cimancis

    -

    -

    -

    -

    5,57

    WS Seputih Sekampung

    -

    4,26

    4,47

    4,70

    83,74

    WS 3 Ci

    -

    6,94

    7,28

    7,65

    8,03


    Pendapatan (Rp Juta)

    2020

    2021           2022           2023           2024

    WS Citarum

    490.9335

    475.495,94

    739.526,21

    616.847,14

    754.156,75

    WS Cimancis

    -

    -

    -

    -

    1.700,28

    WS Seputih Sekampung

    -

    1.154,39

    1.248,47

    1.350,22

    25.499,86

    WS 3 Ci

    -

    -

    2.094,59

    2.265,30

    2.449,92


  3. Terlaksananya studi kelayakan untuk mengidentifikasi potensi pengembangan usaha energi di wilayah sungai Cimanuk Cisanggarung, Seputih Sekampung, Ciujung Cidanau Cidurian, MSBL, Barito, Mahakam yang dimulai pada tahun 2020.
  4. Terlaksananya rencana pemasaran yang terintegrasi dengan kawasan industri dengan target penyaluran energi ke industri mencapai 75% pada tahun 2024.
  5. Terwujudnya penerapan Teknologi, Informasi, dan Komunikasi dalam bisnis energi pada tahun 2021.

Kemudian dalam rangka tercapainya sasaran tersebut, strategi yang dilakukan dalam Bidang Usaha Energi adalah sebagai berikut:

  1. Pemisahan unit pengusahaan dengan unit pengelolaan SDA dalam bidang energi.
  2. Melakukan kajian dan analisa kelayakan produksi listrik dengan adanya pembangkit listrik EBT (ROR) dan pumped storage.
  3. Melakukan kajian dan analisa kelayakan EBT di Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung, Cidanau Ciujung Cidurian (3 Ci), Seputih Sekampung.
  4. Melakukan kajian dan analisa kelayakan jasa operasional PLTA di Wilayah Sungai Seputih Sekampung.
  5. Melakukan kajian dan studi kelayakan terkait pemisahan EBT Curug sebagai Independent Power Producer (IPP).
  6. Melakukan kajian kerjasama dengan strategic partner seperti pemerintah pusat, pemerintah daerah atau swasta.
  7. Peningkatan potensi pelanggan baru dengan memfokuskan kegiatan pemasaran pada pelanggan Industri.
  8. Menerapkan teknologi, informasi dan komunikasi dalam mengelola sumber daya air dan pembangkit listrik secara realtime.