Pendayagunaan Sumber Daya Air
Sebagai bagian dari upaya peningkatan kesiapan Perusahaan dan sekaligus untuk mengantisipasi terjadinya musibah banjir, PJT II senantiasa terus menjalin komunikasi dengan para pemangku kepentingan seperti Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Dinas SDA, BPBD dan Pemda setempat untuk bersama melakukan pengendalian banjir. Upaya pengendalian banjir ini dilakukan di sepanjang Wilayah Sungai (WS) Citarum dan sebagian Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane, Cimanuk-Cisanggarung, Cidanau-Ciujung-Cidurian, dan Seputih-Sekampung
Selain upaya-upaya di atas, PJT II secara berkelanjutan tetap melakukan Pemantauan Curah Hujan dan Debit Air di Sungai maupun Anak-Anak Sungai dalam Sistem WS. Citarum dan WS. Ciliwung-Cisadane, Cimanuk-Cisanggarung, Cidanau-Ciujung-Cidurian, dan Seputih-Sekampung. Pemantauan ini juga dilakukan dengan Peralatan Telemetri sehingga dapat dimonitor secara langsung di ruang NOC (Network Operating Center) Kantor Pusat PJT II.
Pengelolaan SDA di wilayah kerja PJT II akan termonitor dalam Sistem Informasi Sumber Daya Air (SISDA) PJT II yang juga merupakan bagian penting dalam pengelolaan banjir di wilayah kerja PJT II. Data historis yang tersimpan dengan baik dalam basis data SISDA yang didukung dengan sistem telemetri menjadi bagian dalam pelaksanaan analisa untuk mengantisipasi kejadian banjir dan memperbarui perkiraan waktu banjir. Hasil analisa tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mencegah terjadinya dampak banjir secara cepat, tepat dan akurat.
Konservasi Sumber Daya Air
Dalam menjaga lingkungan Sungai maupun Anak-Anak Sungai dalam Sistem WS. Citarum, sebagian WS Ciliwung-Cisadane, Cimanuk-Cisanggarung, Cidanau-Ciujung-Cidurian, dan Seputih-Sekampung secara rutin. PJT II melakukan pemantauan kualitas air di 97 Titik Pantau dengan 121 Sampel Air dan 16 Parameter Uji. Hasil pemantauan kualitas air tersebut disampaikan kepada BPLHD Provinsi setempat serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai bahan pengambilan keputusan serta peningkatan kerjasama guna mendukung program kelestarian lingkungan dengan Instansi dan Pemerintah Daerah setempat.
PJT II juga berkomitmen untuk membangun sarana & prasarana SDA untuk meningkatkan kualitas air dan mengurangi pencemaran air. Sebagai bagian dari upaya untuk merealisasikan komitmen tersebut, PJT II rutin melakukan kegiatan konservasi berupa penanaman pohon, penanganan ecek gondok, penebaran benih ikan, dan konservasi unggulan berbasis pemberdayaan masyarakat melalui Program Biogas untuk mengurangi pencemaran sungai khususnya di hulu Sungai Citarum.
Kegiatan pemberdayaan dan peningkatan peran masyarakat dilaksanakan untuk mendukung keberlangsungan sumber daya air serta sebagai bentuk implementasi gerakan Nasionan Kemitraan Penyelamatan Air (GN-KPA) di wilayah kerja perusahaan
Pengendalian Daya Rusak Air
Keberadaan sektor kehutanan di daerah hulu yang terkelola dengan baik dan terjaga keberlanjutannya dengan didukung oleh prasarana dan sarana di bagian tengah akan dapat mempengaruhi fungsi dan manfaat DAS di bagian hilir, baik untuk pertanian, kehutanan maupun untuk kebutuhan air bersih bagi masyarakat secara keseluruhan. Dengan DAS yang begitu luas, baik secara administrasi maupun tata ruang dalam pengelolaan DAS diperlukan adanya koordinasi berbagai pihak terkait baik lintas sektoral maupun lintas daerah secara baik.
PJT II bekerjasama dengan Pemerintah dalam melakukan konservasi DAS Citarum. Gubernur Jawa Barat mencanangkan Program untuk mendukung konservasi di Citarum hulu dengan tergabung dalam Satgas Citarum Harum.
Kegiatan ini dimaksud bertujuan agar terciptanya kelestarian SDA yang memberikan manfaat bagi masyarakat saat ini dan di masa depan, serta tercapainya keserasian, keselarasan dan keseimbangan lingkungan hidup di WS Citarum dan sebagian WS Ciliwung-Cisadane. Peremajaan hutan untuk hutan produksi merupakan tindakan untuk menghentikan longsor dan memperbaiki kondisi alam pada DAS Citarum.