Selain bidang usaha pembangkitan dan penyaluran tenaga listrik, Jasa Tirta II juga bergerak dalam bidang usaha penyediaan air baku. Air baku ini disalurkan dari sumber-sumber air kepada Perusahaan Air Minum (PDAM) Jaya DKI Jakarta, PDAM Kabupaten/Kota dan PT. Sang Hyang Sri. Jasa Tirta II juga menyediakan air baku untuk kebutuhan kawasan industri dan zona-zona industri di wilayah kerja Jasa Tirta II.

Sasaran perusahaan dalam pengembangan bisnis Bidang Usaha Air Baku diantaranya:

  1. Pencapaian produksi dan penjualan air baku adalah sebagai berikut:

    Produksi (juta m3)

    2020

    2021            2022            2023            2024

    WS Citarum

    5.225,55

    5.254,23

    5.284,45

    5.316,31

    5.349,89

    WS Cimancis

    -

    395,47

    828,92

    832,56

    872,32

    WS Seputih Sekampung

    -

    265,10

    278,34

    278,34

    292,25

    WS 3 Ci

    -

    93,73

    98,41

    98,41

    103,33

  2. Melakukan studi kelayakan potensi bisnis untuk mengidentifikasi potensi pengembangan usaha Air Baku di wilayah sungai Cimanuk Cisanggarung, Seputih Sekampung, Ciujung Cidanau Cidurian, MSBL, Barito, Mahakam pada tahun 2020.
  3. Terlaksananya rencana pemasaran dari tahun 2020-2024 yang berfokus pada Air Baku untuk segmen pelanggan PDAM, Industri dan Pembangkitan Listrik.
Kemudian dalam rangka tercapainya sasaran tersebut, strategi yang dilakukan dalam Bidang Usaha Air Baku adalah sebagai berikut:

  1. Melakukan studi kelayakan dari pihak independen untuk identifikasi pengembangan usaha Air Baku di wilayah baru.
  2. Memastikan ketersediaan air yang dapat diusahakan.
  3. Pengembangan wilayah kerja dan prasarana SDA di Sungai Cimanuk Cisanggarung, Cidanau Ciujung Cidurian (3 Ci) dan Seputih Sekampung.
  4. Pengembangan sarana dan prasarana sumber daya air.
  5. Mengupayakan kenaikan tarif BJPSDA untuk air baku industri.
  6. Menjaga kontinuitas kuantitas dan kualitas penyediaan air ke industri.
  7. Meningkatkan pemasaran tersegmentasi guna mencari potensi pelanggan baru.
  8. Menerapkan teknologi, informasi dan komunikasi dalam mengelola bisnis air baku secara realtime untuk produksi dan distribusi.
  9. Melakukan kerjasama dengan strategic partner seperti pemerintah pusat, pemerintah daerah atau swasta.
  10. Meningkatkan kuantitas dan kompetensi SDM untuk mendukung pengembangan bisnis air baku.