1.      Pengelolaan Prasarana SDA

Secara Keseluruhan Kondisi Sarana dan Prasarana Pengairan pada tahun 2017 dapat berfungsi dengan Baik. Berikut daftar bangunan yang dikelola oleh PJT II :

Bendungan Ir. H. Djuanda memiliki 2 (dua) Hollow Cone Valve (HCV) yang berfungsi sebagai Spillway (Pintu Pembuang) pada Bendungan. Saat ini perbaikan HCV menjadi salah satu program prioriotas dalam hal Pengelolaan Prasarana SDA di wilayah kerja Perum Jasa Tirta II. Kedua Spillway tersebut masing-masing dalam mengalirkan air sebesar 270 m3/detik.

Dalam hal Pengelolaan Prasarana SDA, PJT II senantiasa melakukan kerjasama dengan berbagai pihak, terutama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum untuk pelaksanaan revitalisasi saluran melalui upaya perbaikan tanggul-tanggul kritis, pengerukan lumpur dan lain sebagainya.

2.      Pengendalian Banjir

Sebagai bagian dari upaya peningkatan kesiapan Perusahaan dan sekaligus untuk mengantisipasi terjadinya musibah banjir, PJT II senantiasa terus menjalin komunikasi dengan para pemangku kepentingan seperti BBWS Citarum, BBWS Ciliwung-Cisadane, Dinas SDA, BPBD dan Pemda setempat untuk bersama melakukan pengendalian banjir. Upaya pengendalian banjir ini dilakukan di sepanjang Wilayah Sungai (WS) Citarum dan sebagian Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane.

Selain upaya-upaya di atas, PJT II secara berkelanjutan tetap melakukan Pemantauan Curah Hujan dan Debit Air di Sungai maupun Anak-Anak Sungai dalam Sistem WS. Citarum dan WS. Ciliwung-Cisadane. Pemantauan ini juga dilakukan dengan Peralatan Telemetri sehingga dapat dimonitor secara langsung di ruang NOC (Network Operating Center) Kantor Pusat PJT II.

Sistem Informasi Sumber Daya Air (SISDA) PJT II merupakan bagian penting dalam pengelolaan banjir di wilayah kerja PJT II. Data historis yang tersimpan dengan baik dalam basis data SISDA yang didukung dengan sistem telemetri menjadi bagian dalam pelaksanaan analisa untuk mengantisipasi kejadian banjir dan memperbarui perkiraan waktu banjir. Hasil analisa tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mencegah terjadinya dampak banjir secara cepat, tepat dan akurat.

3.      Pengelolaan Lingkungan Sungai

Dalam menjaga lingkungan Sungai maupun Anak-Anak Sungai dalam Sistem WS. Citarum, secara rutin PJT II melakukan pemantauan kualitas air di 97 Titik Pantau dengan 121 Sampel Air dan 16 Parameter Uji. Hasil pemantauan kualitas air tersebut disampaikan kepada BPLHD Provinsi Jawa Barat serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai bahan pengambilan keputusan serta peningkatan kerjasama guna mendukung program kelestarian lingkungan dengan Instansi dan Pemerintah Daerah setempat.

PJT II juga berkomitmen untuk membangun sarana & prasarana SDA untuk meningkatkan kualitas air dan mengurangi pencemaran air. Sebagai bagian dari upaya untuk merealisasikan komitmen tersebut, saat ini PJT II tengah menjajaki proses Perencanaan Pengembangan Prasarana Teknologi Biogas untuk mengurangi pencemaran sungai khususnya di hulu Sungai Citarum. Diharapkan Pilot Project Biogas ini dapat memberi dampak yang baik untuk peningkatan kualitas air dengan pengurangan pencemaran mulai dari sumbernya.

4.      Pengelolaan Daerah Tangkapan Hujan

Keberadaan sektor kehutanan di daerah hulu yang terkelola dengan baik dan terjaga keberlanjutannya dengan didukung oleh prasarana dan sarana di bagian tengah akan dapat mempengaruhi fungsi dan manfaat DAS di bagian hilir, baik untuk pertanian, kehutanan maupun untuk kebutuhan air bersih bagi masyarakat secara keseluruhan. Dengan DAS yang begitu luas, baik secara administrasi maupun tata ruang dalam pengelolaan DAS diperlukan adanya koordinasi berbagai pihak terkait baik lintas sektoral maupun lintas daerah secara baik.

PJT II bekerjasama dengan Pemerintah dalam melakukan konservasi DAS Citarum. Gubernur Jawa Barat mencanangkan Program untuk mendukung konservasi di Citarum hulu dengan nama Citarum Bestari (Bersih Sehat, Lestari dan Indah). Pada langkah awal akan dilakukan aksi pada Km 0-20 yaitu dari Gunung Wayang sampai dengan Kecamatan Majalaya yang meliputi 5 wilayah Kecamatan dan 56 desa dengan luas wilayah 33.795,2 Ha dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat dengan sasaran akhir pada tahun 2018.

Pada pelaksanaan kegiatan Citarum Bestari tersebut, PJT II turut berperan serta mendukung program dimaksud khususnya konservasi DAS Citarum. Dalam mewujudkan komitmen PJT II dalam program Citarum Bestari, telah ditandatangani perjanjian Kerjasama antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan Perum Jasa Tirta II tentang Konservasi SDA di WS Citarum dan sebagian wilayah Ciliwung-Cisadane. Kegiatan ini dimaksud bertujuan agar terciptanya kelestarian SDA yang memberikan manfaat bagi masyarakat saat ini dan di masa depan, serta tercapainya keserasian, keselarasan dan keseimbangan lingkungan hidup di WS Citarum dan sebagian WS Ciliwung-Cisadane.

Peremajaan hutan untuk hutan produksi merupakan tindakan untuk menghentikan longsor dan memperbaiki kondisi alam pada DAS Citarum.